Rabu, 03 Januari 2018

Merayakan kemanusiaan dalam 'The Greatest Showman'.

Sutradara : Michael Gracey
Penulis : Jenny Bicks & Bill Condon.
Pemain : Hugh Jackman, Michelle Williams, Zac Efron, Zendaya, Rebecca Ferguson & Keala Settle.




Melalui adegan pembukanya, The Greatest Showman tampil sangat meyakinkan memperkenalkan sekilas Sirkus Barnum dengan lagu ‘The Greatest Show’ yang menghentak dan visual yang memanjakan mata. Kisahnya kemudian beralih pada P.T Barnum kecil (Ellis Rubin), anak tukang jahit yang hidupnya selalu menderita dan dipandang sebelah mata oleh banyak orang. Ia jatuh cinta pada putri seorang bangsawan, Charity kecil (Skylar Dunn). Beranjak dewasa, Barnum (Hugh Jackman), berupaya mengejar cintanya, Charity (Michelle Williams) dan berjanji untuk memberikan kehidupan yang lebih baik padanya dan anak-anak mereka kelak. Namun, hidup mereka jauh dari  kisah dongeng happily ever after yang serba mewah dan bahagia. Demi memberikan kehidupan yang layak bagi istri dan dua putrid kecilnya, Barnum nekat mengajukan pinjaman pada bank untuk mendirikan musem lilin Barnum’s American Museum, yang sayangnya tak sukses. Hingga pada suatu malam, melalui ide gemilang kedua putrinya, Barnum mendapat inspirasi untuk mengumpulkan sejumlah orang dengan keterbatasan fisik dan kemampuan yang luar biasa. Dari sinilah kisah Sirkus Barnum dimulai.



Kisah yang ditawarkan oleh Jenny Bicks dan Bill Condon sebenarnya sangatlah klise, tapi apa yang membuat The Greatest Showman menjadi luar biasa adalah penampilan tanpa cela dari para jajaran aktor dan aktrisnya. Jalinan cerita Barnum yang seakan tak pernah puas atas pencapaiannya dan tenggelam dalam ambisinya, tersampaikan dengan sangat baik oleh penampilan memukau dari Hugh Jackman. Begitupun dengan Michelle Williams yang mampu mengimbangi Jackman dengan kualitas akting mumpuninya. Zac efron dan Zendaya pun di luar dugaan tampil dengan chemistry believable sebagai dua orang yang saling jatuh cinta, namun berbeda latar belakang dan status sosial. Belum lagi Rebecca Ferguson yang tampil sempurna dengan mimik dan emosi yang ditampilkannya, walau tak dapat bernyanyi seperti jajaran cast lainnya. Michael Gracey sebagai sutradara juga patut diberi kredit lebih atas pengarahan dan tuturan kisah Barnum dan sirkusnya yang hangat dan dapat dengan mudah mencuri hati para penontonnya.



Dan yang tak kalah penting dari film musikal ini adalah deretan lagu-lagu karya duo komposer-lyricist Benj Pasek dan Justin Paul. Melalui lagu-lagu mereka, deretan visual grande dalam filmnya seolah bernyawa dan menjadi lebih emosional. Hampir semua lagu karya mereka seolah mendapat tempatnya sendiri di hati para penonton dan terasa begitu dekat dan menyatu dengan tuturan kisah Gracey.




Film musikal yang terinspirasi dari sosok nyata Phineas Taylor Barnum ini memberikan sentuhan humanis dengan bahasa gambar dan dialog-dialog dalam lagu-lagunya, yang pada akhirnya berhasil membuat banyak orang berbondong-bondong datang ke bioskop tanpa harus mendengarkan kritikan pedas terhadap film ini dari para kritikus film. Bukan hanya soal cinta, keluarga dan mimpi yang ingin disampaikan dalam film musikal ini, tapi ada pesan yang tak kalah penting dari filmnya, yaitu tentang keragaman manusia. Oleh sebab itu, mari rayakan kemanusiaan dan ikut bernyanyi bersama dalam The Greatest Showman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar