Selasa, 30 Mei 2017

Ziarah - Perjalanan cinta yang begitu menyesakkan dada.

Director : B.W Purba Negara
Writer : B.W Purba Negara
Star : Ponco Sutiyem, Rukman Rosadi, Ledgar Subroto.


Ziarah berkisah tentang seorang nenek bernama Mbah Sri (Ponco Sutiyem) yang sedang melakukan pencarian terhadap makam suaminya Pawiro Sahid, yang pergi berperang pada Agresi Militer Belanda ke-2 di tahun 1948. Ia berkeinginan untuk menemukan makam tersebut agar kelak bisa dikebumikan di samping makam sang suami. Kampung demi kampung ia kunjungi tanpa lelah demi rasa cintanya pada belahan jiwanya, bahkan kata-kata terakhir dari Pawiro sebelum pergi berperang selalu terngiang di telinganya hingga kini, saat usianya tak muda lagi. Berhasilkah ia?

Film panjang pertama arahan B.W Purba Negara ini terinspirasi dari targedi Tsunami Aceh yang terjadi beberapa tahun silam. Ia tergugah dengan kisah para korban selamat yang berupaya berdamai dengan masa lalu mereka. Dengan alur yang lambat dan menggunakan pendekatan semi-dokumenter, Ia mampu menuturkan kisah Mbah Sri dengan sangat baik. Perlahan tapi pasti, rentetan peristiwa yang dialami sang tokoh utama membawa penonton pada akhir cerita yang bagi saya sangat terasa menyesakkan dada.

Kredit lebih saya tujukan pada Ponco Sutiyem yang berperan sebagai Mbah Sri, di usianya yang sudah tidak muda lagi, Ia tampil gemilang dan total, bahkan di beberapa adegan saya sampai geleng-geleng kepala karena keapikan kualitas aktingnya.



Walau berbudget minim dan menggunakan peralatan seadanya, namun ternyata Ziarah mampu menuturkan kisah yang menohok dan berhasil menangkap esensi tentang kehidupan, kehilangan dan rasa ikhlas untuk berdamai dengan diri sendiri dan masa lalu.

Film ini berhasil mengangkat kultur budaya Jawa dengan caranya yang sederhana namun berkelas. Mungkin memang alurnya terasa menjemukan di awal dan filmnya sendiri memang tidak mudah untuk di nikmati bagi sebagian orang, tapi percayah, apa yang disuguhkan oleh Purba Negara di sini akan membuat setiap orang yang menontonnya merasakan kesederhanaan sosok Mbah Sri dan tersenyum hangat melihat akhir kisahnya yang pilu.

Selamat menonton.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar